Posted by : IyAN Kamis, 05 Mei 2016

Selamat Malam Hari ini saya akan berbagai sedikit informasi masi mengenai, Dampak Pertambahan Penduduk Terhadap Kesejatraan Sosial Ekonomi, Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Adapun teori klasik oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil.

 Sumber: www.jurnalmigrasi.com
      Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun tidak semata-mata tergantung dari jumlah penduduknya saja, tetapi lebih ditekankan pada efisiensi dan produktivitas dari penduduk tersebut. Jumlah penduduk yang terlalu banyak atau kepadatan penduduk yang terlalu tinggi akan menjadi penghambat pembangunan ekonomi di negara berkembang. Pendapatan per kapita yang rendah dan tingkat pembentukan modal yang rendah semakin sulit bagi negara berkembang untuk menopang ledakan jumlah penduduk. Sekalipun output meningkat sebagai hasil teknologi yang lebih baik dan pembentukan modal, peningkatan ini akan ditelan oleh jumlah penduduk yang terlalu banyak. Alhasil, tidak ada perbaikan dalam laju pertumbuhan nyata perekonomian (Jhingan, 2003).
       Dari hal dapat dilihat bahwa penduduk adalah elemen yang sangat penting bagi suatu negara, sebab penduduk merupakan pengusung perubahan sosial sehingga mempengaruhi berkembangnya suatu negara, oleh karena itu perubahan pertumbuhannya harus di perhatikan agar perkembangannya dapat mengkontrol kehidupan dan kemajuan suatu negara. Dalam hal ini banyak teori klasik yang menjadi ramalan bagi kita bangsa Indonesia untuk dijadikan sebuah pemahaman akan berkembangnya pertumbuhan penduduk yang dikategorikan pertumbuhan yang sangat pesat.
      Mengenai hal diatas perlu kita ketahui faktor dan kejadian yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tinjauan demografi. Faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah sebagai berikut:
Kematian
      Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
- Terjadinya berbagai bencana alam.
- Terjadinya peperangan.
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri.
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

b.) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

      Dari faktor ini Indonesia memiliki data kematian yang dihimpun oleh Badan Kepala Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berdasarkan Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR), dan berikut data menurut hasil sensus penduduk tahun 2010 :

clip_image002 

      Dari data tersebut diketahui bahwa angka kematian bayi di Indonesia setiap tahun mengalami penyusutan sehingga dapat dikatakan bahwa indonesia menerima jumlah lebih banyak bayi untuk hidup di negara ini.
Kelahiran
      Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
• Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
• Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
• Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
• Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
• Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

      Dari penjelasan diatas bahwa faktor kelahiran jelas akan menambah jumlah manusia disuatu daerah atau negara, dari sini data kelahiran indonesia pada periode terakhir 2010. Berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah kelahiran di Indonesia berdasarkan Angka Kesuburan Total ( Total Fertility Rate = TFR).

clip_image004

Migrasi
      Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan

Berikut data migrasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

clip_image008

      Dari data tersebut membuktikan bahwa proses migrasi di Indonesia belum merata, buktinya Mayoritas masyarakat Indonesia hingga saat ini masih banyak tinggal di Pulau Jawa. Survei data penduduk terakhir di 2010 mengungkapkan, dari 237,6 juta jiwa penduduk Indonesia, 58% tinggal di Pulau Jawa. Distribusi dan persebaran penduduk belum tersebar rata. Selama 10 tahun Pulau Jawa yang luasnya hanya 7% dari luas wilayah Indonesia tetap dihuni lebih dari 58%.
      Dari data demografi tersebut menjelaskan keadaan kependudukan di Indonesia dari jumlah penduduk pada kurun waktu terakhir, maka Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Survei data penduduk terakhir tahun 2010 mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa atau naik 1,49% dibandingkan tahun 2000. Sensus penduduk di tahun 2010 penduduk Indonesia mengalami pertambahan 32,5 juta jiwa selama 10 tahun maka akan banyak upaya untuk proses pemenuhan kebutuhan hidup dan untuk mendukung proses pembangunan nasional. Pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengamanatkan, kependudukan sebagai titik sentral pembangunan, dan menginstruksikan pengintegrasian kebijakan kependudukan dalam pembangunan sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup. Tapi kenyataannya masih terdapat banyak masalah kependudukan terhadap bidang-bidang penyokong pembangunan nasional, misalnya pengaruh terhadap bidang kesejahteraan sosial ekonomi di Indonesia.
      Pengaruh pertambahan penduduk terhadap kesejahteraan ekonomi memiliki dampak yang signifikan bahkan sangat komplek mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Indonesia. Berikut dampak terhadap kesejahteraan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia, dan penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial ekonomi di masyarakat.
  • Meningkatnya kebutuhan ekonomi (sandang, pangan, papan).
       Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia.
       Dalam karya yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan. Misalnya: jika salah satu tidak terpenuhi/kehabisan stok maka kemungkinan akan terjadinya penaikan/pelonjakan harga dan akan lebih membebani kepada masyarakat yang ber ekonomi menengah ke bawah. Jika pertumbuhan penduduk terus terjadi maka akan terjadi seperti kelaparan, kemiskinan, yang akan menimbulkan masalah baru (kriminal).
  • Berkurangnya lahan tempat tinggal.
      Sudah sangat jelas jika semakin bertambah banyak penduduk, tentu kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan lain-lain.
  • Meningkatnya angka pengangguran.
      Terjadinya pengangguran karena ketidakseimbangan antara peluang kerja yang tidak bertambah dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan keadaan dimana dalam sebuah masyarakat, sebagian warganya tidak mampu memasuki kesempatan kerja yang ada, sehingga ia tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan ekonominya. Hal ini juga diungkapkan oleh aliran marxist (Karl Marx dan Fried Engels) yang mengatakan bahwa Menurut Marxist,”tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan, tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja”.
      Dari dampak-dampak yang terjadi dapat disimpulkan bahwa semua bertitik pada kemiskinan masyarakat di Indonesia, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,28 juta orang (11,25 persen). Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasinya dengan upaya pengurangan angka kemiskinan di Indonesia guna menunjang pembangunan nasional.
      Dari penjelasan diatas selalu berkaitan dengan pembangunan nasional karena memang kependudukan menjadi faktor yang sangat mempengaruhi. Upaya mengurangi pastinya harus memperhatikan masalah yang terjadi dan faktor penyebabnya, dari hal ini saya akan memberikan contoh solusi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam upaya mengurangi guna mencegah perkembangan dampak akibat pertambahan penduduk di Indonesia. Berikut solusi yang saya berikan:
1. Melanjutkan, mengembangkan dan memperbaharui sistem Keluarga Berencana (KB).
      Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an. Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spriral, IUD, dan sebagainya. Gerakan ini terbukti efektif dalam pembatasan kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk dapat ditekan, maka gerakan ini harus lebih aktif dengan mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaaanya dengan sistem yang lebih baik dan fungsional.
2. Memberikan pendidikan yang lebih bermartabat beserta keahlian utuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
      Pendidikan merupakan sarana pengembangan SDM, maka singkatnya pendidikan itu penting sehingga dibutuhkan upaya pendidikan yang dapat mempengaruhi pola pikir dan pengetahuan masyarakat indonesia guna meningkatkan pembangunan nasional.
3. Membuat program migrasi produktif ke pulau-pulau Indonesia.
      Migrasi merupakan proses pemerataan penduduk agar tidak padat hanya suatu daerah sehingga penyebarannya dapat merata dan pemenuhan kebutuhan untuk kesejahteraannya terjamin, oleh karenanya upaya migrasi harus diperhatikan termasuk segi ekonomi. Migrasi harus produktif yaitu proses migrasi harus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara memberikan jaminan kesejahteraan bagi pelaksana migrasi khususnya untuk pemerataan di pulau tidak berpenghuni yang memiliki potensi perkembangan.
4. Mendayagunakan kemampuan tenaga kerja produktif lebih efektif.
      Banyak tenaga produktif hanya menjadi beban ketergantungan dalam lingkungan masyarakat, padahal banyak dari mereka yang memiliki potensi kerja. Dari kasus ini pemberdayagunaan manusia sangatlah berpengaruh untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas yang mengalami peningkatan. Yaitu dengan program-program dengan sosialisasi yang lebih umum dan menyeluruh.
5. Pendekatan sosio-teknologi yang lebih fungsional.
      Kita tahu bahwa negara kita sudah merupakan negara yang terjangkit sistem kapitalis dimana untuk menjadi maju haruslah memiliki industri besar dengan teknologi modern. Hal ini menyatakan bahwa jika terus menerus didominasi terknologi maka makin sedikit lapangan kerja yang tersedia. Maka dari itu seharusnya tenaga kerja produktif diperkenalkan sejak dini dengan pengoperasian dan praktik teknologi yang sedang berkembang sehingga dapat berupaya untuk pengembangannya.
6. Peran pemerintah dalam menjalankan dan mengkontrol perkembangannya.
      Dari solusi-solusi di atas, solusi ini yang merupakan merupakan jembatan bagaimana solusi sebelumnya dapat berjalan dan terlaksana, sebab perhatian dan pelaksanaannya berasal dari kebijakan pemerintah. Sehingga peran pemerintah sangatlah berpengaruh.
Kesimpulan
      Bahwa sebenarnya pertumbuhan penduduk merupakan hak setiap masyarakat guna memperoleh keturunan dan meneruskan generasi mereka, secara ilmiah merupakan hal yang wajar untuk bereproduksi. Tetapi kenyataan memberikan bahwa pertumbuhannya di Indonesia banyak berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat karena laju pertumbuhannya tidak seimbang dengan faktor-faktor pemenuhan kebutuhan hidup, berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

clip_image010 

         Diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga akan perlu banyak upaya yang harus dilakukan untuk menyeimbangkan permasalahan antara laju pertumbuhan penduduk dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Masalah ini perlu dikaji secara khusus, apapun dan bagaimana upaya pencegahannya harusnya wajib dan segera dilaksanakan guna melihat dan mengkontrol perkembangannya.Semoga Informasi ini dapat membantu kita semua, agar lebih memahami masala kependudukan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Mulai hari ini, mari kita nikmati hidup dengan cara banyak bersyukur dan mengurangi berbagai keluhan...
Mulianto. Diberdayakan oleh Blogger.

Salam Genre

Salam Genre

Saran dan Kritik ^_^

- Copyright © 2025 Inpirasi Pemuda Nunukan -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -