Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam
Indonesia merupakan salah satu Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yaitu berada di urutan ke 4  setelah Amerika Serikat, China dan India.


Wilayah yang luas serta memiliki jumlah kepulau terbanyak ( ) Jumlah penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun bertambah pesat. Hal ini  dapat dilihat dalam kurun waktu 40 tahun (tahun 1971-2010), penduduk Indonesia bertambah sekitar 88 juta jiwa. Berdasarkan data terkini, jumlah penduduk Indonesia sebagaimana yang tercatat dalam sensus penduduk 2010 sebesar 237.641.236 jiwa (www.bps.go.id). Kondisi ini membuat berbagai macam masalah mulai dari, kemiskinan, krimialitas, sumber daya alam yang terbatas, pencemaran lingkungan dan berbagai macam masalah lainnya yang bisa kita lihat sendiri. Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan tingkat kepedulian kita terhadap bangsa ini.
Masalah yang timbul dari peningkatan jumlah penduduk, baik dari alam maupun dari manusia.



  1.      Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam
     Kerusakan lingkungan yang disebabkan faktor alam pada umumnya merupakan bencana alam seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya.
Kerusakan lingkungan ini akan berdampak besar bagi penghuninya ( Hewan , Tumbuhan dan Manusia )
Sehingga membuat seluruh ekosistem terganggu dan tidak berjalan selarasnya. Perlu waktu yang cukup lama untuk alam kembali normal setelah tertimpa bencana seperti kebakaran hutan, tentu saja hal ini menjadi factor utama banyaknya hewan liar yang berkeliar di pemukiman manusia, baik pedasaan maupun perkotaan, karna terbatasnya tempat untuk tinggal di alam.



2.      Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia
    Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia jauh lebih besar dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses alam. Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia terjadi dalam berbagai bentuk seperti pencemaran, pengerukan, penebangan hutan untuk berbagai keperluan, dan sebagainya. Hal ini yang membuat berbagai macam masalah tambah besar, pasalnya kebutuhan manusia tidak terbatas tetapi alam memiliki sumber daya alam yang terbatas, banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah guna menjaga kelastarian alam, tetapi ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab atas perbuatan yang menyebabkan banyak masalah demi keuntungan mereka sendiri. Inilah mencadi faktor yang menyebabkan kerugian pada mahluk hidup di alam, bahkan banyak kasus mengatakan hewan yang dilindungi pun di buruh demi mendapatkan keuntungan secara pribadi maupun kelompok, jika beberapa hewan yang berperan penting dalam ekosistem kehidupan di alam di buruh dan punah, tentu saja hal ini menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup di alam.

C.     Perlunya Keseimbangan Lingkungan Terhadap Jumlah Pertambahan Kependudukan
Meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak, dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas, seringkali kearifan lingkungan yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah, ragam dan mutunya. Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali sehingga dapat merusak keseimbangan lingkungan hidup.
D.     Usaha-usaha Pelestarian Lingkungan Hidup Terhadap Kerusakan yang Terjadi yang akan Berkaitan Kepada Pertumbuhan Kependudukan
Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain yaitu sebagai berikut.

1.       Bidang Kehutanan
Kerusakan hutan yang semakin parah dan meluas, perlu diantisipasi dengan berbagai upaya. Beberapa usaha yang perlu dilakukan antara lain :

a.   Penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari.
b.    Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar, dan memberikan  hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
c.   Penebangan pohon harus dilakukan secara bijaksana. Pohon yang ditebang hendaknya yang besar dan tua agar pohon-pohon yang kecil dapat tumbuh subur kembali.
d.    Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul, dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah rusak.
e.    Memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari.

2.  Bidang Pertanian
a.   Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.
b.    Pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil.
c.    Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan tanah.
d.    Menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama sehingga dengan demikian penggunaan pestisida dapat dihindarkan.

3.       Bidang Industri



 a.     Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan harus dinetralkan terlebih dahulu sehingga limbah yang dibuang tersebut telah bebas dari bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat pengolahan limbah industri.
b.    Untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (Karbon monooksida) dan CO2 (karbon dioksida), diwajibkan melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya. Penghijauan yaitu menanami lahan atau halaman-halaman dengan tumbuhan hijau.
c.    Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
d.  Melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak terpakai seperti kertas, plastik, aluminium, best, dan sebagainya. Dengan demikian selain memanfaatkan limbah barang bekas, keperluan bahan baku yang biasanya diambil dari alam dapat dikurangi.
e.  Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.
f.   Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk.

4.        Bidang Perairan




a.   Melarang pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut karena sungai dan laut bukan tempat pembuangan sampah.
b.  Perlu dibuat aturan-aturan yang ketat untuk penggalian pasir di laut sehingga tidak merusak lingkungan perairan laut sekitarnya.
c.   Pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikan-ikan harus dilarang.
d.  Perlu dibuat aturan-aturan penangkapan ikan di sungai/laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya, dan sebagainya.

5.     Flora dan Fauna


       Untuk menjaga kepunahan flora dan fauna langka, beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain :

a.  Menghukum yang seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang bagi mereka yang mengambil flora dan memburu fauna yang dilindungi.
b. Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.

6.    Perundang-undangan


    Melaksanakan dengan konsekuen UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi pelanggar-pelanggar lingkungan hidup sesuai dengan tuntutan undang-undang.

Saran untuk masalah Faktor dari Alam dan Manusia.

Untuk Masalah yang di sebabkan oleh Alam:

Masala alam tak lepas dari peran manusia untuk membantu membangun kembali alam yang telah rusak, seperti menanam kambali hutan yang telah gundul.
Pemerintah perlu membentuk suatu kesatuan yang tertujuan untuk menjadi ekosistem alam.
Perlunya memberi tahukan kepada masayarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar yang tingga di dekat sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai agar tidak terjadi pencemaran lingkungan karna akan berdampak pada ekosistem di sungai itu sendiri.

Untuk mesalah yang disebabkan oleh Manusia:

Agar tidak terjadi Penabangan Liar dihutan, sebaiknya dibentuk Tim Pengawas hutan seperti membangun menara pengawas di setiap hutan yang berpotensi menjadi sasaran penabangan liar.
Untuk menghindari masalah  terjadinya kebakaran hutan, perlu di buat sebuah tempat yang berfungsi untuk menampung Air dalam jumlah yang banyak yang ditempatkan dekat dekat hutan. Ini bertujuan untuk mempermudah tim pemadam maupun masyarakat untuk memadampak api.
Perlu dipasang Papan peringatan di setiap hutan lindung untuk tidak, membuang sampah sembarangan, melakukan pembakaran hutan, dan lain-lain yang dapat mengganggu kelestarian alam, serta mencantumkan dasar hukum bagi para pelaku.

Kita sebagai mesyarakat yang perduli terhadap lingkungan perlu berkerja sama dalam menjadi kelestarian alam dan lingkungan sekitar kita agar alam ini tetap terjaga dan keseimbagan terdahap alam dan manusia bisa terus berkembagan dengan baik. Sekian dari saya semoga hal ini dapat membantu kita semua.
Malam ini kita akan membahas sedikit mengena, Dampak Pertambahan Penduduk Terhadap Budaya dan Agama. Bicara mengenai budaya kita mengetahui berbagai macam budaya yang terdapat di Indonesia dan hampir seluruh wilayah memiliki budaya yang berbeda-beda, dan tentu saja hal ini tidak lepas dari peran Agama yang telah bercampur dengan budaya yang ada di Indonesia, banyaknya jumlah penduduk di Indonesia juga akan berdampak pada Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini bisa kita lihat sendiri di bagian Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, transportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.
 
   Untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka salah satu jalan dalam mengatasi masalah kependudukan ialah dengan mengadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah yang lainnya. Di Indonesia, umumnya orang-orang yang mengikuti program transmigrasi berasal dari Jawa, Madura, Bali yang ditempatkan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya dan di bagian Indonesia yang masih jarang penduduk. Pulau Kalimantan yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia dan memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu tujuan transmigrasi. Wilayah ini mempunyai potensi sangat besar untuk mengembangkan berbagai bidang dengan lahan yang masih luas dan dengan terbukanya peluang memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi para transmigran.
   Dari sinilah, perbedaan dan pengaruh pertambahan penduduk terhadap budaya dan agama terjadi. Dampak tersebut bisa saja positif maupun negatif. Dalam hal positif akan terjadinya akulturasi dan asimilasi kebudayaan serta menciptakan masyarakat yang madani, rukun dan demokratis. Sedangkan hal negatifnya, terjadi perbedaan ras dan agama, terjadinya konflik antar umat beragama, memudarnya budaya dan norma-norma.
Selamat Malam Hari ini saya akan berbagai sedikit informasi masi mengenai, Dampak Pertambahan Penduduk Terhadap Kesejatraan Sosial Ekonomi, Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Adapun teori klasik oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil.

 Sumber: www.jurnalmigrasi.com
      Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun tidak semata-mata tergantung dari jumlah penduduknya saja, tetapi lebih ditekankan pada efisiensi dan produktivitas dari penduduk tersebut. Jumlah penduduk yang terlalu banyak atau kepadatan penduduk yang terlalu tinggi akan menjadi penghambat pembangunan ekonomi di negara berkembang. Pendapatan per kapita yang rendah dan tingkat pembentukan modal yang rendah semakin sulit bagi negara berkembang untuk menopang ledakan jumlah penduduk. Sekalipun output meningkat sebagai hasil teknologi yang lebih baik dan pembentukan modal, peningkatan ini akan ditelan oleh jumlah penduduk yang terlalu banyak. Alhasil, tidak ada perbaikan dalam laju pertumbuhan nyata perekonomian (Jhingan, 2003).
       Dari hal dapat dilihat bahwa penduduk adalah elemen yang sangat penting bagi suatu negara, sebab penduduk merupakan pengusung perubahan sosial sehingga mempengaruhi berkembangnya suatu negara, oleh karena itu perubahan pertumbuhannya harus di perhatikan agar perkembangannya dapat mengkontrol kehidupan dan kemajuan suatu negara. Dalam hal ini banyak teori klasik yang menjadi ramalan bagi kita bangsa Indonesia untuk dijadikan sebuah pemahaman akan berkembangnya pertumbuhan penduduk yang dikategorikan pertumbuhan yang sangat pesat.
      Mengenai hal diatas perlu kita ketahui faktor dan kejadian yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tinjauan demografi. Faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah sebagai berikut:
Kematian
      Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
- Terjadinya berbagai bencana alam.
- Terjadinya peperangan.
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri.
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

b.) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

      Dari faktor ini Indonesia memiliki data kematian yang dihimpun oleh Badan Kepala Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berdasarkan Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR), dan berikut data menurut hasil sensus penduduk tahun 2010 :

clip_image002 

      Dari data tersebut diketahui bahwa angka kematian bayi di Indonesia setiap tahun mengalami penyusutan sehingga dapat dikatakan bahwa indonesia menerima jumlah lebih banyak bayi untuk hidup di negara ini.
Kelahiran
      Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
• Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
• Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
• Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
• Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
• Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

      Dari penjelasan diatas bahwa faktor kelahiran jelas akan menambah jumlah manusia disuatu daerah atau negara, dari sini data kelahiran indonesia pada periode terakhir 2010. Berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah kelahiran di Indonesia berdasarkan Angka Kesuburan Total ( Total Fertility Rate = TFR).

clip_image004

Migrasi
      Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan

Berikut data migrasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

clip_image008

      Dari data tersebut membuktikan bahwa proses migrasi di Indonesia belum merata, buktinya Mayoritas masyarakat Indonesia hingga saat ini masih banyak tinggal di Pulau Jawa. Survei data penduduk terakhir di 2010 mengungkapkan, dari 237,6 juta jiwa penduduk Indonesia, 58% tinggal di Pulau Jawa. Distribusi dan persebaran penduduk belum tersebar rata. Selama 10 tahun Pulau Jawa yang luasnya hanya 7% dari luas wilayah Indonesia tetap dihuni lebih dari 58%.
      Dari data demografi tersebut menjelaskan keadaan kependudukan di Indonesia dari jumlah penduduk pada kurun waktu terakhir, maka Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Survei data penduduk terakhir tahun 2010 mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa atau naik 1,49% dibandingkan tahun 2000. Sensus penduduk di tahun 2010 penduduk Indonesia mengalami pertambahan 32,5 juta jiwa selama 10 tahun maka akan banyak upaya untuk proses pemenuhan kebutuhan hidup dan untuk mendukung proses pembangunan nasional. Pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengamanatkan, kependudukan sebagai titik sentral pembangunan, dan menginstruksikan pengintegrasian kebijakan kependudukan dalam pembangunan sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup. Tapi kenyataannya masih terdapat banyak masalah kependudukan terhadap bidang-bidang penyokong pembangunan nasional, misalnya pengaruh terhadap bidang kesejahteraan sosial ekonomi di Indonesia.
      Pengaruh pertambahan penduduk terhadap kesejahteraan ekonomi memiliki dampak yang signifikan bahkan sangat komplek mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Indonesia. Berikut dampak terhadap kesejahteraan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia, dan penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial ekonomi di masyarakat.
  • Meningkatnya kebutuhan ekonomi (sandang, pangan, papan).
       Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia.
       Dalam karya yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan. Misalnya: jika salah satu tidak terpenuhi/kehabisan stok maka kemungkinan akan terjadinya penaikan/pelonjakan harga dan akan lebih membebani kepada masyarakat yang ber ekonomi menengah ke bawah. Jika pertumbuhan penduduk terus terjadi maka akan terjadi seperti kelaparan, kemiskinan, yang akan menimbulkan masalah baru (kriminal).
  • Berkurangnya lahan tempat tinggal.
      Sudah sangat jelas jika semakin bertambah banyak penduduk, tentu kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan lain-lain.
  • Meningkatnya angka pengangguran.
      Terjadinya pengangguran karena ketidakseimbangan antara peluang kerja yang tidak bertambah dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan keadaan dimana dalam sebuah masyarakat, sebagian warganya tidak mampu memasuki kesempatan kerja yang ada, sehingga ia tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan ekonominya. Hal ini juga diungkapkan oleh aliran marxist (Karl Marx dan Fried Engels) yang mengatakan bahwa Menurut Marxist,”tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan, tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja”.
      Dari dampak-dampak yang terjadi dapat disimpulkan bahwa semua bertitik pada kemiskinan masyarakat di Indonesia, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,28 juta orang (11,25 persen). Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasinya dengan upaya pengurangan angka kemiskinan di Indonesia guna menunjang pembangunan nasional.
      Dari penjelasan diatas selalu berkaitan dengan pembangunan nasional karena memang kependudukan menjadi faktor yang sangat mempengaruhi. Upaya mengurangi pastinya harus memperhatikan masalah yang terjadi dan faktor penyebabnya, dari hal ini saya akan memberikan contoh solusi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam upaya mengurangi guna mencegah perkembangan dampak akibat pertambahan penduduk di Indonesia. Berikut solusi yang saya berikan:
1. Melanjutkan, mengembangkan dan memperbaharui sistem Keluarga Berencana (KB).
      Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an. Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spriral, IUD, dan sebagainya. Gerakan ini terbukti efektif dalam pembatasan kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk dapat ditekan, maka gerakan ini harus lebih aktif dengan mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaaanya dengan sistem yang lebih baik dan fungsional.
2. Memberikan pendidikan yang lebih bermartabat beserta keahlian utuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
      Pendidikan merupakan sarana pengembangan SDM, maka singkatnya pendidikan itu penting sehingga dibutuhkan upaya pendidikan yang dapat mempengaruhi pola pikir dan pengetahuan masyarakat indonesia guna meningkatkan pembangunan nasional.
3. Membuat program migrasi produktif ke pulau-pulau Indonesia.
      Migrasi merupakan proses pemerataan penduduk agar tidak padat hanya suatu daerah sehingga penyebarannya dapat merata dan pemenuhan kebutuhan untuk kesejahteraannya terjamin, oleh karenanya upaya migrasi harus diperhatikan termasuk segi ekonomi. Migrasi harus produktif yaitu proses migrasi harus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara memberikan jaminan kesejahteraan bagi pelaksana migrasi khususnya untuk pemerataan di pulau tidak berpenghuni yang memiliki potensi perkembangan.
4. Mendayagunakan kemampuan tenaga kerja produktif lebih efektif.
      Banyak tenaga produktif hanya menjadi beban ketergantungan dalam lingkungan masyarakat, padahal banyak dari mereka yang memiliki potensi kerja. Dari kasus ini pemberdayagunaan manusia sangatlah berpengaruh untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas yang mengalami peningkatan. Yaitu dengan program-program dengan sosialisasi yang lebih umum dan menyeluruh.
5. Pendekatan sosio-teknologi yang lebih fungsional.
      Kita tahu bahwa negara kita sudah merupakan negara yang terjangkit sistem kapitalis dimana untuk menjadi maju haruslah memiliki industri besar dengan teknologi modern. Hal ini menyatakan bahwa jika terus menerus didominasi terknologi maka makin sedikit lapangan kerja yang tersedia. Maka dari itu seharusnya tenaga kerja produktif diperkenalkan sejak dini dengan pengoperasian dan praktik teknologi yang sedang berkembang sehingga dapat berupaya untuk pengembangannya.
6. Peran pemerintah dalam menjalankan dan mengkontrol perkembangannya.
      Dari solusi-solusi di atas, solusi ini yang merupakan merupakan jembatan bagaimana solusi sebelumnya dapat berjalan dan terlaksana, sebab perhatian dan pelaksanaannya berasal dari kebijakan pemerintah. Sehingga peran pemerintah sangatlah berpengaruh.
Kesimpulan
      Bahwa sebenarnya pertumbuhan penduduk merupakan hak setiap masyarakat guna memperoleh keturunan dan meneruskan generasi mereka, secara ilmiah merupakan hal yang wajar untuk bereproduksi. Tetapi kenyataan memberikan bahwa pertumbuhannya di Indonesia banyak berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat karena laju pertumbuhannya tidak seimbang dengan faktor-faktor pemenuhan kebutuhan hidup, berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

clip_image010 

         Diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga akan perlu banyak upaya yang harus dilakukan untuk menyeimbangkan permasalahan antara laju pertumbuhan penduduk dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Masalah ini perlu dikaji secara khusus, apapun dan bagaimana upaya pencegahannya harusnya wajib dan segera dilaksanakan guna melihat dan mengkontrol perkembangannya.Semoga Informasi ini dapat membantu kita semua, agar lebih memahami masala kependudukan.

Mengenal Apa itu HIV/AIDS

Sabtu, 30 April 2016
Posted by IyAN
Tag :
Malam teman-teman pada postingan ini saya akan berbagi informasi seputar informasi mengenai HIV/AIDS, kata ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua, karna hal ini merukan hal yang umum dan wajib di ketahui oleh semua orang, karna ini membahas masala suatu penyakit yang sampai sekarang ini tergolong sangat berbahaya dan belum ada obat dari penyakit ini. sungguh hal yang ironis jika penyakit seperti ini terus menulur dan bahkan setiap tahunnya jumlah orang yang terkena penyakit ini bertambah, oleh sebab itu saya ingin berbagi informasi ke kalian semua untuk lebih mengenal apa itu HIV/AIDS..?
Berikut beberpa pertanyaan yang dapat membantu anda dalam memahami HIV/AIDS.
Sumber : www.klikkabar.com

Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.
Dimanakah virus HIV ini berada ?

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, , air mata dan lain-lain. Jadi jangan takut jika bersentuhan dengan penderita HIV/AIDS, bagaimanapun juga mereka juga manusia yang membutuhkan perhatian dari manusia lainnya, dan bukan justru mendapat diskriminasi.
Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?

Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor:
Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala Minor:
Batuk menetap lebih dari 1 bulan
Dermatitis generalisata
Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
Kandidias orofaringeal
Herpes simpleks kronis progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
Retinitis virus sitomegalo

Kasus Dewasa:
Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.

Bagaimana HIV menjadi AIDS?

Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
1. Tahap 1: Periode Jendela
– HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
– Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
– Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
– Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan

2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
– HIV berkembang biak dalam tubuh
– Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
– Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
-Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)3.

3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
– Sistem kekebalan tubuh semakin turun
– Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
– Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

4. Tahap 4: AIDS
– Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
– berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Bagaimana proses penularannya?
  • Jika terjadi pertukaran darah yang diantaranya disebabkan oleh tranfusi darah
  • Hubungan Sex tanpa pengaman (kondom), apalagi jika terjadi luka di dalam
  • Penggunaan jarum suntik yang tidak steril
  • Pemberian ASI oleh ibu yang mengidap HIV AIDS
 
Sumber : www.sheringdisini.com
 
skema contoh penularan HIV/AIDS karena hubungan sex tanpa pengaman:
skema penularan HIV AIDS
tanda “=>” disamping menjelaskan bahwa terjadi hubungan sex tanpa pengaman / terjadi pertukaran darah yang di akibatkan karena hubungan sex (setiap hubungan sex intim menyebabkan luka lecet pada kemaluan yang sangat kecil namun memungkinkan darah untuk bertukar).

Bagaimana para pembaca telah mengerti dengan HIV/AIDS, saya berharapa hal ini dapat membantu kita semua untuk tetap waspada dan hindari perbuat yang dapat menyebabkan kita menjadi korba dari penyakit mematikan ini.

Salam GenRen ^_^
Selamat Malam semua, apakah kalian sudah mendengar atau melihat apa itu Narkotika..?
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan  kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membuat Halusinasi bagi orang yang menggunakannya. 
bagamana para pembaca sudah mengerti dengan narkotikan, tadi ada 4 point dalam narkotika, dalam kedokteran zat atau obat ini dipakai untuk menghilangkan rasa sakit ( obat bius ) ketika operasi. Tetapi banyak orang yang salah menggunakan zat ini dan malah menjadikanya sebagai obat untuk membuat rasa senang, karna salah satu dari efek narkotika yaitu membuat halusinasi ( Halusinogen ),
maka tidak heran orang yang salah memakainya zat / obat ini ketika berkendara berujung pada kecelakaan. 

Contoh narkotika yang terkenal adalah seperti ganja, eroin, kokain, morfin, amfetamin, dan lain-lain.


Sumber : www.glogster.com

Golongan narkotik berdasarkan bahan pembuatannya :
1. Narkotika Alami

Zat dan obat yang langsung bisa dipakai sebagai narkotik tanpa perlu adanya proses fermentasi, isolasi dan proses lainnya terlebih dahulu karena bisa langsung dipakai dengan sedikit proses sederhana. Bahan alami tersebut umumnya tidak boleh digunakan untuk terapi pengobatan secara langsung karena terlalu beresiko. Contoh narkotika alami yaitu seperti ganja dan daun koka.

2. Narkotika Sintetis / Semi Sintesis

Narkotika jenis ini memerlukan proses yang bersifat sintesis untuk keperluan medis dan penelitian sebagai penghilang rasa sakit / analgesik. Contohnya yaitu seperti amfetamin, metadon, dekstropropakasifen, deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika sintetis dapa menimbulkan dampak sebagai berikut :
a. Depresan = membuat pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri.
b. Stimulan = membuat pemakai bersemangat dalam berkativitas kerja dan merasa badan lebih segar.
c. Halusinogen = dapat membuat si pemakai jadi berhalusinasi yang mengubah perasaan serta pikiran.

3. Narkotika Semi Sintesis / Semi Sintetis

yaitu zat / obat yang diproduksi dengan cara isolasi, ekstraksi, dan lain sebagainya seperti heroin, morfin, kodein, dan lain-lain.






Bagaimana apakah anda telah mengerti apa itu narkotika.? Nantikan tulisan saya berikutnya untuk membahas lebih lanjut tentang Narkotika.


Salam GenRen ^_^
 

Mengenal PIK Remaja

Posted by IyAN
Tag :
Hai Selamat Malam Semua untuk membuka awal dari Tulisan saya, maka saya ingin berbagi info dulu seputar Pik Remaja, yang saya sedang saya ikuti di kampus, mangapa saya ikut organisasi ini..?
 Karna dapat banyak pengetahuan tambahan mulai dari mengenal bagaimana merencanakan kehidupan berkeluarga yang Terencana dengan baik, Mengenal Bahaya dari Nerkotika, Mengenal Penyakin HIV/AIDS dan bagaimana kita sebagai seorang remaja mengembangkan Life Skill..
Banyak manfaat yang mambantu saya dalam menjalani masa remaja saya.Pik Remaja Merupakan Singkatan dari Pusat Informasi Konseling Remaja, yang di kelola oleh dan untuk remaja dalam membingbing remaja lainnya dalam untuk hidup sehat secara rohani dan jasmani.
Berikut adalah pengertian dan batasan dalam Pik Remaja.


Sumber : www.bkkbn.go.id

1. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. PIK Remaja adalah nama generik. Untuk menampung kebutuhan program PKBR dan menarik minat remaja datang ke PIK Remaja, nama generik ini dapat dikembangkan dengan nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan program dan selera remaja setempat.

2. Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem reproduksi (fungsi, komponen, dan proses) yang dimiliki oleh remaja baik secara fisik, mental, emosional, dan spiritual.

3. PKBR adalah suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu Remaja yang berprilaku sehat, terhindar dari resiko TRIAD KRR (Sexualitas, Napza, HIV dan AIDS), menunda usia pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya.

4. TRIAD KRR adalah 3 resiko yang dihadapi oleh remaja yaitu resiko-resiko yang berkaitan dengan Sexualitas, Napza, HIV dan AIDS.

5. Resiko Sexualitas adalah sikap dan perilaku seksual remaja yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual (IMS), Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), aborsi, dan resiko perilaku seks sebelum nikah.

6. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia.

7. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan dari berbagai gejala penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh individu yang didapat akibat HIV.
8. Napza adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya, yaitu zat-zat kimiawi yang dimaksudkan kedalam tubuh manusia baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung), atau disuntik yang menimbulkan efek tertentu terhadap fisik, mental, dan ketergantungan.

9. Remaja (Adolescent) adalah penduduk usia 10-19 tahun (WHO); Pemuda (Youth) adalah penduduk usia 15-24 tahun (UNFPA); Orang Muda (Young People) adalah Penduduk usia 10-24 tahun (UNFPA dan WHO); Generasi Muda (Young Generation) adalah penduduk usia 12-24 tahun (World Bank). Remaja sebagai sasaran program PKBR adalah penduduk usia 10-24 tahun yang belum menikah.

10. Pendidik Sebaya PKBR adalah remaja yang mempunyai komitmen dan motivasi yang tinggi sebagai narasumber bagi kelompok remaja sebayanya dan telah mengikuti pelatihan Pendidik Sebaya PKBR dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum Standar yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis.

11. Konselor Sebaya PKBR adalah Pendidik Sebaya yang punya komitmen dan motivasi yang tinggi untuk memberikan konseling PKBR bagi kelompok remaja sebayanya yang telah mengikuti pelatihan konseling PKBR dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum Standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis.

12. Pengelola PIK Remaja adalah pemuda/remaja yang punya komitmen dan mengelola langsung PIK Remaja serta telah mengikuti pelatihan dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum Standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Pengelola PIK Remaja terdiri dari Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya.

13. Pembina PIK Remaja adalah seseorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, memberi dukungan dan aktif membina PIK Remaja, baik yang berasal dari Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi kepemudaan/remaja lainnya.

14. Pendidikan PKBR adalah suatu proses penyampaian informasi atau pendidikan PKBR yang dilakukan oleh Pendidik Sebaya untuk membantu remaja sebayanya dalam memahami tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja.

15. Konseling PKBR adalah suatu proses konsultasi dimana seorang Konselor Sebaya membantu remaja sebayanya untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan PKBR.

16. Tegar Remaja adalah remaja-remaja yang menunda usia pernikahan, berperilaku sehat, terhindar dari resiko Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera dan menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya.

17. Keterampilan Hidup (LifeSkills) menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 adalah pendidikan non formal yang memberikan keterampilan non formal, sosial, intelektual/akademis, dan vokasional untuk bekerja secara mandiri. Life Skills yang dikembangkan dalam program PKBR lebih ditekankan pada Life Skills yang berkaitan dengan keterampilan fisik, keterampilan mental, keterampilan emosional, keterampilan spiritual, keterampilan kejuruan (vocational), dan keterampilan menghadapi kesulitan.

Bagaimana para pembaca sudah mengerti dengan beberapa pengertian di atas, saya berharap ini bisa jadi wawasan tambahan bagi kita semua, untuk bisa membentu suatu perencanaan yang matang ketika kita sudah siap untuk memulai kehidupan berkeluarga.

Salam GenRe ^_^

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Mulai hari ini, mari kita nikmati hidup dengan cara banyak bersyukur dan mengurangi berbagai keluhan...
Mulianto. Diberdayakan oleh Blogger.

Salam Genre

Salam Genre

Saran dan Kritik ^_^

- Copyright © Inpirasi Pemuda Nunukan -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -