Posted by : IyAN Sabtu, 30 April 2016

Malam teman-teman pada postingan ini saya akan berbagi informasi seputar informasi mengenai HIV/AIDS, kata ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua, karna hal ini merukan hal yang umum dan wajib di ketahui oleh semua orang, karna ini membahas masala suatu penyakit yang sampai sekarang ini tergolong sangat berbahaya dan belum ada obat dari penyakit ini. sungguh hal yang ironis jika penyakit seperti ini terus menulur dan bahkan setiap tahunnya jumlah orang yang terkena penyakit ini bertambah, oleh sebab itu saya ingin berbagi informasi ke kalian semua untuk lebih mengenal apa itu HIV/AIDS..?
Berikut beberpa pertanyaan yang dapat membantu anda dalam memahami HIV/AIDS.

Sumber : www.klikkabar.com

Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.
Dimanakah virus HIV ini berada ?

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, , air mata dan lain-lain. Jadi jangan takut jika bersentuhan dengan penderita HIV/AIDS, bagaimanapun juga mereka juga manusia yang membutuhkan perhatian dari manusia lainnya, dan bukan justru mendapat diskriminasi.
Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?

Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor:
Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala Minor:
Batuk menetap lebih dari 1 bulan
Dermatitis generalisata
Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
Kandidias orofaringeal
Herpes simpleks kronis progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
Retinitis virus sitomegalo

Kasus Dewasa:
Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.

Bagaimana HIV menjadi AIDS?

Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
1. Tahap 1: Periode Jendela
– HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
– Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
– Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
– Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan

2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
– HIV berkembang biak dalam tubuh
– Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
– Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
-Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)3.

3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
– Sistem kekebalan tubuh semakin turun
– Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
– Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

4. Tahap 4: AIDS
– Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
– berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Bagaimana proses penularannya?
  • Jika terjadi pertukaran darah yang diantaranya disebabkan oleh tranfusi darah
  • Hubungan Sex tanpa pengaman (kondom), apalagi jika terjadi luka di dalam
  • Penggunaan jarum suntik yang tidak steril
  • Pemberian ASI oleh ibu yang mengidap HIV AIDS
 
Sumber : www.sheringdisini.com
 
skema contoh penularan HIV/AIDS karena hubungan sex tanpa pengaman:
skema penularan HIV AIDS
tanda “=>” disamping menjelaskan bahwa terjadi hubungan sex tanpa pengaman / terjadi pertukaran darah yang di akibatkan karena hubungan sex (setiap hubungan sex intim menyebabkan luka lecet pada kemaluan yang sangat kecil namun memungkinkan darah untuk bertukar).

Bagaimana para pembaca telah mengerti dengan HIV/AIDS, saya berharapa hal ini dapat membantu kita semua untuk tetap waspada dan hindari perbuat yang dapat menyebabkan kita menjadi korba dari penyakit mematikan ini.

Salam GenRen ^_^

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Mulai hari ini, mari kita nikmati hidup dengan cara banyak bersyukur dan mengurangi berbagai keluhan...
Mulianto. Diberdayakan oleh Blogger.

Salam Genre

Salam Genre

Saran dan Kritik ^_^

- Copyright © 2025 Inpirasi Pemuda Nunukan -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -