Archive for Mei 2016
Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam
Kamis, 05 Mei 2016
Posted by IyAN
Tag :
Kependudukan
Pengaruh
Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam
Indonesia
merupakan salah satu Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yaitu
berada di urutan ke 4 setelah Amerika
Serikat, China dan India.
Wilayah yang luas serta memiliki jumlah kepulau
terbanyak ( ) Jumlah penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun bertambah pesat. Hal ini
dapat dilihat dalam kurun waktu 40 tahun (tahun 1971-2010), penduduk
Indonesia bertambah sekitar 88 juta jiwa. Berdasarkan data terkini, jumlah
penduduk Indonesia sebagaimana yang tercatat dalam sensus penduduk 2010 sebesar
237.641.236 jiwa (www.bps.go.id). Kondisi ini
membuat berbagai macam masalah mulai dari, kemiskinan, krimialitas, sumber daya
alam yang terbatas, pencemaran lingkungan dan berbagai macam masalah lainnya
yang bisa kita lihat sendiri. Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu
meningkatkan tingkat kepedulian kita terhadap bangsa ini.
Masalah yang timbul dari peningkatan jumlah penduduk, baik dari alam maupun
dari manusia.
Kerusakan lingkungan yang disebabkan faktor alam pada umumnya merupakan bencana
alam seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angin puting beliung, gempa
bumi, tsunami, dan sebagainya.
Kerusakan
lingkungan ini akan berdampak besar bagi penghuninya ( Hewan , Tumbuhan dan
Manusia )
Sehingga
membuat seluruh ekosistem terganggu dan tidak berjalan selarasnya. Perlu waktu
yang cukup lama untuk alam kembali normal setelah tertimpa bencana seperti
kebakaran hutan, tentu saja hal ini menjadi factor utama banyaknya hewan liar
yang berkeliar di pemukiman manusia, baik pedasaan maupun perkotaan, karna
terbatasnya tempat untuk tinggal di alam.
2.
Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia
Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia jauh lebih besar
dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses alam.
Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia terjadi dalam berbagai
bentuk seperti pencemaran, pengerukan, penebangan hutan untuk berbagai
keperluan, dan sebagainya. Hal ini yang membuat berbagai macam masalah tambah
besar, pasalnya kebutuhan manusia tidak terbatas tetapi alam memiliki sumber
daya alam yang terbatas, banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah guna
menjaga kelastarian alam, tetapi ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab
atas perbuatan yang menyebabkan banyak masalah demi keuntungan mereka sendiri.
Inilah mencadi faktor yang menyebabkan kerugian pada mahluk hidup di alam,
bahkan banyak kasus mengatakan hewan yang dilindungi pun di buruh demi
mendapatkan keuntungan secara pribadi maupun kelompok, jika beberapa hewan yang
berperan penting dalam ekosistem kehidupan di alam di buruh dan punah, tentu
saja hal ini menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup di alam.
C.
Perlunya Keseimbangan Lingkungan
Terhadap Jumlah Pertambahan Kependudukan
Meningkatnya
kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta
meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup
manusia di satu pihak, dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia
mengolah sumberdaya alam yang terbatas, seringkali kearifan lingkungan yang
mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. Pengolahan sumberdaya alam dan
pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup
manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah, ragam dan mutunya.
Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan
perkembangan pranata sosial sebagai kendali sehingga dapat merusak keseimbangan
lingkungan hidup.
D.
Usaha-usaha Pelestarian Lingkungan
Hidup Terhadap Kerusakan yang Terjadi yang akan Berkaitan Kepada Pertumbuhan
Kependudukan
Beberapa
usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain yaitu
sebagai berikut.
1.
Bidang Kehutanan
Kerusakan
hutan yang semakin parah dan meluas, perlu diantisipasi dengan berbagai upaya.
Beberapa usaha yang perlu dilakukan antara lain :
a. Penebangan
pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap
lestari.
b.
Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar, dan memberikan
hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
c.
Penebangan pohon harus dilakukan secara bijaksana. Pohon yang ditebang
hendaknya yang besar dan tua agar pohon-pohon yang kecil dapat tumbuh subur
kembali.
d.
Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan
yang hutannya telah gundul, dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah
rusak.
e.
Memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan
sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan
flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari.
2.
Bidang Pertanian
a.
Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian
menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.
b.
Pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras
(sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil.
c.
Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk pemberantasan hama
tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman
karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan tanah.
d.
Menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama sehingga dengan demikian
penggunaan pestisida dapat dihindarkan.
3.
Bidang Industri
a.
Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan harus dinetralkan
terlebih dahulu sehingga limbah yang dibuang tersebut telah bebas dari
bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat
pengolahan limbah industri.
b.
Untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang
berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (Karbon monooksida) dan CO2 (karbon dioksida), diwajibkan
melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya. Penghijauan yaitu menanami
lahan atau halaman-halaman dengan tumbuhan hijau.
c.
Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih
ramah lingkungan seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas
bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
d.
Melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak
terpakai seperti kertas, plastik, aluminium, best, dan sebagainya. Dengan
demikian selain memanfaatkan limbah barang bekas, keperluan bahan baku yang
biasanya diambil dari alam dapat dikurangi.
e.
Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.
f.
Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk.
4.
Bidang Perairan
a.
Melarang pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya
ke sungai maupun laut karena sungai dan laut bukan tempat pembuangan sampah.
b.
Perlu dibuat aturan-aturan yang ketat untuk penggalian pasir di laut sehingga
tidak merusak lingkungan perairan laut sekitarnya.
c.
Pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikan-ikan harus
dilarang.
d.
Perlu dibuat aturan-aturan penangkapan ikan di sungai/laut seperti larangan
penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan
sampai sekecil-kecilnya, dan sebagainya.
5.
Flora dan Fauna
Untuk menjaga kepunahan flora dan fauna langka, beberapa langkah yang perlu
dilakukan antara lain :
a.
Menghukum yang seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang bagi mereka
yang mengambil flora dan memburu fauna yang dilindungi.
b.
Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti Taman
Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.
6.
Perundang-undangan
Melaksanakan dengan konsekuen UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup, dan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi
pelanggar-pelanggar lingkungan hidup sesuai dengan tuntutan undang-undang.
Saran untuk
masalah Faktor dari Alam dan Manusia.
Untuk Masalah
yang di sebabkan oleh Alam:
Masala alam
tak lepas dari peran manusia untuk membantu membangun kembali alam yang telah
rusak, seperti menanam kambali hutan yang telah gundul.
Pemerintah
perlu membentuk suatu kesatuan yang tertujuan untuk menjadi ekosistem alam.
Perlunya
memberi tahukan kepada masayarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar
yang tingga di dekat sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai agar tidak
terjadi pencemaran lingkungan karna akan berdampak pada ekosistem di sungai itu
sendiri.
Untuk
mesalah yang disebabkan oleh Manusia:
Agar tidak
terjadi Penabangan Liar dihutan, sebaiknya dibentuk Tim Pengawas hutan seperti
membangun menara pengawas di setiap hutan yang berpotensi menjadi sasaran
penabangan liar.
Untuk
menghindari masalah terjadinya kebakaran
hutan, perlu di buat sebuah tempat yang berfungsi untuk menampung Air dalam
jumlah yang banyak yang ditempatkan dekat dekat hutan. Ini bertujuan untuk
mempermudah tim pemadam maupun masyarakat untuk memadampak api.
Perlu
dipasang Papan peringatan di setiap hutan lindung untuk tidak, membuang sampah
sembarangan, melakukan pembakaran hutan, dan lain-lain yang dapat mengganggu
kelestarian alam, serta mencantumkan dasar hukum bagi para pelaku.
Kita sebagai
mesyarakat yang perduli terhadap lingkungan perlu berkerja sama dalam menjadi
kelestarian alam dan lingkungan sekitar kita agar alam ini tetap terjaga dan
keseimbagan terdahap alam dan manusia bisa terus berkembagan dengan baik.
Sekian dari saya semoga hal ini dapat membantu kita semua.
Malam ini kita akan membahas sedikit mengena, Dampak Pertambahan Penduduk Terhadap Budaya dan Agama. Bicara mengenai budaya kita mengetahui berbagai macam budaya yang terdapat di Indonesia dan hampir seluruh wilayah memiliki budaya yang berbeda-beda, dan tentu saja hal ini tidak lepas dari peran Agama yang telah bercampur dengan budaya yang ada di Indonesia, banyaknya jumlah penduduk di Indonesia juga akan berdampak pada Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini bisa kita lihat sendiri di bagian Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami
Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi,
transportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu
wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya
akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.
Untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk
maka salah satu jalan dalam mengatasi masalah kependudukan ialah dengan
mengadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk
dari satu daerah ke daerah yang lainnya. Di Indonesia, umumnya
orang-orang yang mengikuti program transmigrasi berasal dari Jawa,
Madura, Bali yang ditempatkan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku,
Irian Jaya dan di bagian Indonesia yang masih jarang penduduk. Pulau
Kalimantan yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia dan
memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu tujuan
transmigrasi. Wilayah ini mempunyai potensi sangat besar untuk
mengembangkan berbagai bidang dengan lahan yang masih luas dan dengan
terbukanya peluang memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi para
transmigran.
Dari sinilah, perbedaan dan pengaruh pertambahan penduduk terhadap
budaya dan agama terjadi. Dampak tersebut bisa saja positif maupun
negatif. Dalam hal positif akan terjadinya akulturasi dan asimilasi
kebudayaan serta menciptakan masyarakat yang madani, rukun dan
demokratis. Sedangkan hal negatifnya, terjadi perbedaan ras dan agama,
terjadinya konflik antar umat beragama, memudarnya budaya dan
norma-norma.
Selamat Malam Hari ini saya akan berbagai sedikit informasi masi mengenai, Dampak Pertambahan Penduduk Terhadap Kesejatraan Sosial Ekonomi, Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi
sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah
individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk
pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies,
tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal
untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk
merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Adapun teori klasik oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”
bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan
penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat
pertambahan output atau hasil.
Dari hal dapat dilihat bahwa penduduk adalah elemen yang sangat penting bagi suatu negara, sebab penduduk merupakan pengusung perubahan sosial sehingga mempengaruhi berkembangnya suatu negara, oleh karena itu perubahan pertumbuhannya harus di perhatikan agar perkembangannya dapat mengkontrol kehidupan dan kemajuan suatu negara. Dalam hal ini banyak teori klasik yang menjadi ramalan bagi kita bangsa Indonesia untuk dijadikan sebuah pemahaman akan berkembangnya pertumbuhan penduduk yang dikategorikan pertumbuhan yang sangat pesat.
Mengenai hal diatas perlu kita ketahui faktor dan kejadian yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tinjauan demografi. Faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah sebagai berikut:
Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
- Terjadinya berbagai bencana alam.
- Terjadinya peperangan.
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri.
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b.) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
Dari faktor ini Indonesia memiliki data kematian yang dihimpun oleh Badan Kepala Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berdasarkan Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR), dan berikut data menurut hasil sensus penduduk tahun 2010 :
Dari data tersebut diketahui bahwa angka kematian bayi di Indonesia
setiap tahun mengalami penyusutan sehingga dapat dikatakan bahwa
indonesia menerima jumlah lebih banyak bayi untuk hidup di negara ini.
Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
• Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
• Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
• Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
• Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
• Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Dari penjelasan diatas bahwa faktor kelahiran jelas akan menambah jumlah manusia disuatu daerah atau negara, dari sini data kelahiran indonesia pada periode terakhir 2010. Berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah kelahiran di Indonesia berdasarkan Angka Kesuburan Total ( Total Fertility Rate = TFR).
Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan
Berikut data migrasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Dari data tersebut membuktikan bahwa proses migrasi di Indonesia belum
merata, buktinya Mayoritas masyarakat Indonesia hingga saat ini masih
banyak tinggal di Pulau Jawa. Survei data penduduk terakhir di 2010
mengungkapkan, dari 237,6 juta jiwa penduduk Indonesia, 58% tinggal di
Pulau Jawa. Distribusi dan persebaran penduduk belum tersebar rata.
Selama 10 tahun Pulau Jawa yang luasnya hanya 7% dari luas wilayah
Indonesia tetap dihuni lebih dari 58%.
Dari data demografi tersebut menjelaskan keadaan kependudukan di Indonesia dari jumlah penduduk pada kurun waktu terakhir, maka Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Survei data penduduk terakhir tahun 2010 mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa atau naik 1,49% dibandingkan tahun 2000. Sensus penduduk di tahun 2010 penduduk Indonesia mengalami pertambahan 32,5 juta jiwa selama 10 tahun maka akan banyak upaya untuk proses pemenuhan kebutuhan hidup dan untuk mendukung proses pembangunan nasional. Pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengamanatkan, kependudukan sebagai titik sentral pembangunan, dan menginstruksikan pengintegrasian kebijakan kependudukan dalam pembangunan sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup. Tapi kenyataannya masih terdapat banyak masalah kependudukan terhadap bidang-bidang penyokong pembangunan nasional, misalnya pengaruh terhadap bidang kesejahteraan sosial ekonomi di Indonesia.
Pengaruh pertambahan penduduk terhadap kesejahteraan ekonomi memiliki dampak yang signifikan bahkan sangat komplek mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Indonesia. Berikut dampak terhadap kesejahteraan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia, dan penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial ekonomi di masyarakat.
Dalam karya yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan. Misalnya: jika salah satu tidak terpenuhi/kehabisan stok maka kemungkinan akan terjadinya penaikan/pelonjakan harga dan akan lebih membebani kepada masyarakat yang ber ekonomi menengah ke bawah. Jika pertumbuhan penduduk terus terjadi maka akan terjadi seperti kelaparan, kemiskinan, yang akan menimbulkan masalah baru (kriminal).
Dari dampak-dampak yang terjadi dapat disimpulkan bahwa semua bertitik pada kemiskinan masyarakat di Indonesia, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,28 juta orang (11,25 persen). Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasinya dengan upaya pengurangan angka kemiskinan di Indonesia guna menunjang pembangunan nasional.
Dari penjelasan diatas selalu berkaitan dengan pembangunan nasional karena memang kependudukan menjadi faktor yang sangat mempengaruhi. Upaya mengurangi pastinya harus memperhatikan masalah yang terjadi dan faktor penyebabnya, dari hal ini saya akan memberikan contoh solusi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam upaya mengurangi guna mencegah perkembangan dampak akibat pertambahan penduduk di Indonesia. Berikut solusi yang saya berikan:
1. Melanjutkan, mengembangkan dan memperbaharui sistem Keluarga Berencana (KB).
Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an. Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spriral, IUD, dan sebagainya. Gerakan ini terbukti efektif dalam pembatasan kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk dapat ditekan, maka gerakan ini harus lebih aktif dengan mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaaanya dengan sistem yang lebih baik dan fungsional.
2. Memberikan pendidikan yang lebih bermartabat beserta keahlian utuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pendidikan merupakan sarana pengembangan SDM, maka singkatnya pendidikan itu penting sehingga dibutuhkan upaya pendidikan yang dapat mempengaruhi pola pikir dan pengetahuan masyarakat indonesia guna meningkatkan pembangunan nasional.
3. Membuat program migrasi produktif ke pulau-pulau Indonesia.
Migrasi merupakan proses pemerataan penduduk agar tidak padat hanya suatu daerah sehingga penyebarannya dapat merata dan pemenuhan kebutuhan untuk kesejahteraannya terjamin, oleh karenanya upaya migrasi harus diperhatikan termasuk segi ekonomi. Migrasi harus produktif yaitu proses migrasi harus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara memberikan jaminan kesejahteraan bagi pelaksana migrasi khususnya untuk pemerataan di pulau tidak berpenghuni yang memiliki potensi perkembangan.
4. Mendayagunakan kemampuan tenaga kerja produktif lebih efektif.
Banyak tenaga produktif hanya menjadi beban ketergantungan dalam lingkungan masyarakat, padahal banyak dari mereka yang memiliki potensi kerja. Dari kasus ini pemberdayagunaan manusia sangatlah berpengaruh untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas yang mengalami peningkatan. Yaitu dengan program-program dengan sosialisasi yang lebih umum dan menyeluruh.
5. Pendekatan sosio-teknologi yang lebih fungsional.
Kita tahu bahwa negara kita sudah merupakan negara yang terjangkit sistem kapitalis dimana untuk menjadi maju haruslah memiliki industri besar dengan teknologi modern. Hal ini menyatakan bahwa jika terus menerus didominasi terknologi maka makin sedikit lapangan kerja yang tersedia. Maka dari itu seharusnya tenaga kerja produktif diperkenalkan sejak dini dengan pengoperasian dan praktik teknologi yang sedang berkembang sehingga dapat berupaya untuk pengembangannya.
6. Peran pemerintah dalam menjalankan dan mengkontrol perkembangannya.
Dari solusi-solusi di atas, solusi ini yang merupakan merupakan jembatan bagaimana solusi sebelumnya dapat berjalan dan terlaksana, sebab perhatian dan pelaksanaannya berasal dari kebijakan pemerintah. Sehingga peran pemerintah sangatlah berpengaruh.
Kesimpulan
Bahwa sebenarnya pertumbuhan penduduk merupakan hak setiap masyarakat guna memperoleh keturunan dan meneruskan generasi mereka, secara ilmiah merupakan hal yang wajar untuk bereproduksi. Tetapi kenyataan memberikan bahwa pertumbuhannya di Indonesia banyak berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat karena laju pertumbuhannya tidak seimbang dengan faktor-faktor pemenuhan kebutuhan hidup, berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat dari tahun ke tahun,
sehingga akan perlu banyak upaya yang harus dilakukan untuk
menyeimbangkan permasalahan antara laju pertumbuhan penduduk dengan
tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Masalah ini perlu dikaji secara
khusus, apapun dan bagaimana upaya pencegahannya harusnya wajib dan
segera dilaksanakan guna melihat dan mengkontrol perkembangannya.Semoga Informasi ini dapat membantu kita semua, agar lebih memahami masala kependudukan.
Sumber: www.jurnalmigrasi.com
Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi,
namun tidak semata-mata tergantung dari jumlah penduduknya saja, tetapi
lebih ditekankan pada efisiensi dan produktivitas dari penduduk
tersebut. Jumlah penduduk yang terlalu banyak atau kepadatan penduduk
yang terlalu tinggi akan menjadi penghambat pembangunan ekonomi di
negara berkembang. Pendapatan per kapita yang rendah dan tingkat
pembentukan modal yang rendah semakin sulit bagi negara berkembang untuk
menopang ledakan jumlah penduduk. Sekalipun output meningkat
sebagai hasil teknologi yang lebih baik dan pembentukan modal,
peningkatan ini akan ditelan oleh jumlah penduduk yang terlalu banyak.
Alhasil, tidak ada perbaikan dalam laju pertumbuhan nyata perekonomian
(Jhingan, 2003). Dari hal dapat dilihat bahwa penduduk adalah elemen yang sangat penting bagi suatu negara, sebab penduduk merupakan pengusung perubahan sosial sehingga mempengaruhi berkembangnya suatu negara, oleh karena itu perubahan pertumbuhannya harus di perhatikan agar perkembangannya dapat mengkontrol kehidupan dan kemajuan suatu negara. Dalam hal ini banyak teori klasik yang menjadi ramalan bagi kita bangsa Indonesia untuk dijadikan sebuah pemahaman akan berkembangnya pertumbuhan penduduk yang dikategorikan pertumbuhan yang sangat pesat.
Mengenai hal diatas perlu kita ketahui faktor dan kejadian yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tinjauan demografi. Faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah sebagai berikut:
Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
- Terjadinya berbagai bencana alam.
- Terjadinya peperangan.
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri.
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b.) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
Dari faktor ini Indonesia memiliki data kematian yang dihimpun oleh Badan Kepala Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berdasarkan Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR), dan berikut data menurut hasil sensus penduduk tahun 2010 :
Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
• Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
• Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
• Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
• Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
• Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Dari penjelasan diatas bahwa faktor kelahiran jelas akan menambah jumlah manusia disuatu daerah atau negara, dari sini data kelahiran indonesia pada periode terakhir 2010. Berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah kelahiran di Indonesia berdasarkan Angka Kesuburan Total ( Total Fertility Rate = TFR).
Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan
Berikut data migrasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Dari data demografi tersebut menjelaskan keadaan kependudukan di Indonesia dari jumlah penduduk pada kurun waktu terakhir, maka Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Survei data penduduk terakhir tahun 2010 mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa atau naik 1,49% dibandingkan tahun 2000. Sensus penduduk di tahun 2010 penduduk Indonesia mengalami pertambahan 32,5 juta jiwa selama 10 tahun maka akan banyak upaya untuk proses pemenuhan kebutuhan hidup dan untuk mendukung proses pembangunan nasional. Pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengamanatkan, kependudukan sebagai titik sentral pembangunan, dan menginstruksikan pengintegrasian kebijakan kependudukan dalam pembangunan sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup. Tapi kenyataannya masih terdapat banyak masalah kependudukan terhadap bidang-bidang penyokong pembangunan nasional, misalnya pengaruh terhadap bidang kesejahteraan sosial ekonomi di Indonesia.
Pengaruh pertambahan penduduk terhadap kesejahteraan ekonomi memiliki dampak yang signifikan bahkan sangat komplek mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Indonesia. Berikut dampak terhadap kesejahteraan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia, dan penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial ekonomi di masyarakat.
- Meningkatnya kebutuhan ekonomi (sandang, pangan, papan).
Dalam karya yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan. Misalnya: jika salah satu tidak terpenuhi/kehabisan stok maka kemungkinan akan terjadinya penaikan/pelonjakan harga dan akan lebih membebani kepada masyarakat yang ber ekonomi menengah ke bawah. Jika pertumbuhan penduduk terus terjadi maka akan terjadi seperti kelaparan, kemiskinan, yang akan menimbulkan masalah baru (kriminal).
- Berkurangnya lahan tempat tinggal.
- Meningkatnya angka pengangguran.
Dari dampak-dampak yang terjadi dapat disimpulkan bahwa semua bertitik pada kemiskinan masyarakat di Indonesia, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,28 juta orang (11,25 persen). Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasinya dengan upaya pengurangan angka kemiskinan di Indonesia guna menunjang pembangunan nasional.
Dari penjelasan diatas selalu berkaitan dengan pembangunan nasional karena memang kependudukan menjadi faktor yang sangat mempengaruhi. Upaya mengurangi pastinya harus memperhatikan masalah yang terjadi dan faktor penyebabnya, dari hal ini saya akan memberikan contoh solusi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam upaya mengurangi guna mencegah perkembangan dampak akibat pertambahan penduduk di Indonesia. Berikut solusi yang saya berikan:
1. Melanjutkan, mengembangkan dan memperbaharui sistem Keluarga Berencana (KB).
Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an. Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spriral, IUD, dan sebagainya. Gerakan ini terbukti efektif dalam pembatasan kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk dapat ditekan, maka gerakan ini harus lebih aktif dengan mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaaanya dengan sistem yang lebih baik dan fungsional.
2. Memberikan pendidikan yang lebih bermartabat beserta keahlian utuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pendidikan merupakan sarana pengembangan SDM, maka singkatnya pendidikan itu penting sehingga dibutuhkan upaya pendidikan yang dapat mempengaruhi pola pikir dan pengetahuan masyarakat indonesia guna meningkatkan pembangunan nasional.
3. Membuat program migrasi produktif ke pulau-pulau Indonesia.
Migrasi merupakan proses pemerataan penduduk agar tidak padat hanya suatu daerah sehingga penyebarannya dapat merata dan pemenuhan kebutuhan untuk kesejahteraannya terjamin, oleh karenanya upaya migrasi harus diperhatikan termasuk segi ekonomi. Migrasi harus produktif yaitu proses migrasi harus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara memberikan jaminan kesejahteraan bagi pelaksana migrasi khususnya untuk pemerataan di pulau tidak berpenghuni yang memiliki potensi perkembangan.
4. Mendayagunakan kemampuan tenaga kerja produktif lebih efektif.
Banyak tenaga produktif hanya menjadi beban ketergantungan dalam lingkungan masyarakat, padahal banyak dari mereka yang memiliki potensi kerja. Dari kasus ini pemberdayagunaan manusia sangatlah berpengaruh untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas yang mengalami peningkatan. Yaitu dengan program-program dengan sosialisasi yang lebih umum dan menyeluruh.
5. Pendekatan sosio-teknologi yang lebih fungsional.
Kita tahu bahwa negara kita sudah merupakan negara yang terjangkit sistem kapitalis dimana untuk menjadi maju haruslah memiliki industri besar dengan teknologi modern. Hal ini menyatakan bahwa jika terus menerus didominasi terknologi maka makin sedikit lapangan kerja yang tersedia. Maka dari itu seharusnya tenaga kerja produktif diperkenalkan sejak dini dengan pengoperasian dan praktik teknologi yang sedang berkembang sehingga dapat berupaya untuk pengembangannya.
6. Peran pemerintah dalam menjalankan dan mengkontrol perkembangannya.
Dari solusi-solusi di atas, solusi ini yang merupakan merupakan jembatan bagaimana solusi sebelumnya dapat berjalan dan terlaksana, sebab perhatian dan pelaksanaannya berasal dari kebijakan pemerintah. Sehingga peran pemerintah sangatlah berpengaruh.
Kesimpulan
Bahwa sebenarnya pertumbuhan penduduk merupakan hak setiap masyarakat guna memperoleh keturunan dan meneruskan generasi mereka, secara ilmiah merupakan hal yang wajar untuk bereproduksi. Tetapi kenyataan memberikan bahwa pertumbuhannya di Indonesia banyak berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat karena laju pertumbuhannya tidak seimbang dengan faktor-faktor pemenuhan kebutuhan hidup, berikut data dari Badan Pusat Statistik (BPS).








